Daftar Isi
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu, menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dalam menyediakan tenaga listrik yang memadai dan berkualitas untuk masyarakat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Pers ‘Capaian Sektor ESDM TA 2023 dan Program Kerja TA 2024 Ketenagalistrikan dan EBTKE’ yang diadakan di Jakarta, pada Kamis, 18 Januari 2024.
Jisman menekankan pentingnya lima asas dalam penyediaan tenaga listrik, yaitu ketersediaan, keandalan, berkelanjutan, terjangkau, dan berkeadilan. “Semua asas ini harus dilaksanakan secara bersamaan dan saling melengkapi untuk manfaat masyarakat,” ucap Jisman.
Penyediaan listrik yang merata untuk seluruh masyarakat Indonesia merupakan wujud nyata dari asas energi berkeadilan. Jisman menegaskan bahwa akses listrik harus tersedia tidak hanya di Pulau Jawa atau Sumatera, tetapi juga di seluruh pulau dan rakyat Indonesia.
Jisman menyampaikan bahwa pada tahun 2023, telah terjadi peningkatan signifikan dalam pemenuhan kebutuhan listrik, termasuk pembangkit, transmisi, gardu induk, dan infrastruktur KBLBB, serta kebutuhan listrik di IKN yang telah tercapai 100% untuk masa konstruksi tahun 2023.
Dalam hal Rasio Elektrifikasi, pada tahun 2023 telah mencapai 99,78% dengan Rasio Desa Berlistrik 99,83%. Subsidi listrik telah disalurkan sebesar 64 triliun rupiah, dan terdapat penambahan jumlah pelanggan listrik kumulatif sebesar 88,4 juta, serta peningkatan konsumsi listrik per kapita menjadi 1.337 kWh/kapita.
Pada tahun 2023, anggaran Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebesar 76,4% dikembalikan langsung kepada masyarakat dalam bentuk program kegiatan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Penyediaan Alat Memasak Listrik (AML). Program BPBL ditujukan untuk rumah tangga yang belum memiliki kwh sendiri dan belum berlangganan dengan PT PLN (Persero), meskipun jaringan distribusi telah tersedia di depan rumah mereka. Untuk tahun 2023, target BPBL sebesar 125.000 rumah tangga telah terlampaui dengan realisasi 131.600 rumah tangga, sedangkan program AML telah diselesaikan 68,50% dari target 500.000 unit.
Pentingnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Proses Pendaftarannya di Kota-Kota Besar Indonesia
Sertifikat Laik Operasi (SLO) merupakan syarat penting untuk permohonan listrik, baik bagi instalasi baru maupun modifikasi instalasi listrik yang ada. SLO menjamin bahwa instalasi tersebut telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan. Untuk mempermudah proses pendaftaran SLO, layanan online seperti nidipln.com tersedia bagi pelaku usaha dan individu di Indonesia.
Berikut adalah daftar tag “daftar SLO di” untuk 10 kota besar di Indonesia:
- Daftar SLO di Jakarta
- Daftar SLO di Surabaya
- Daftar SLO di Bandung
- Daftar SLO di Medan
- Daftar SLO di Makassar
- Daftar SLO di Semarang
- Daftar SLO di Palembang
- Daftar SLO di Balikpapan
- Daftar SLO di Manado
- Daftar SLO di Yogyakarta
Layanan seperti nidipln.com memudahkan pelaku usaha dan individu di kota-kota ini untuk mengurus SLO secara efisien dan cepat, mendukung upaya pemerintah dalam memastikan keselamatan dan keandalan instalasi listrik di seluruh Indonesia.





